Glosarium · Bisnis dan pemasaran

Churn

Churn adalah kondisi saat pelanggan berhenti membeli, berhenti berlangganan, atau pindah ke pesaing dalam periode tertentu. Persentase pelanggan yang berhenti disebut churn rate. Wikipedia bahasa Indonesia memakai istilah tingkat kelintar.

Disebut juga: churn rate, customer churn, tingkat churn, tingkat kelintar, attrition rate

Mendapat pelanggan baru butuh biaya iklan dan waktu tim penjualan. Jika pelanggan lama terus pergi, biaya itu harus dikeluarkan lagi hanya untuk menutup yang hilang. Karena itu, bisnis berlangganan memantau churn setiap bulan. Contohnya aplikasi kasir, layanan streaming, operator seluler, dan software berlangganan.

Wikipedia menjelaskan churn rate sebagai proporsi orang atau pelanggan yang keluar dari sebuah kelompok dalam periode tertentu. Lawan dari churn adalah retensi, yaitu pelanggan yang tetap bertahan.

Churn bisa diukur dengan dua cara. Churn pelanggan menghitung jumlah orang yang berhenti. Churn pendapatan menghitung nilai langganan yang hilang. Keduanya bisa berbeda jauh. Sepuluh pelanggan paket kecil yang berhenti bisa lebih ringan daripada satu pelanggan paket besar. Karena itu, pantau keduanya bersama. Untuk toko online tanpa langganan, churn biasanya diukur dari pelanggan yang tidak membeli lagi dalam rentang waktu tertentu.

Cara menghitung churn rate

Rumus dasarnya:

Churn rate = jumlah pelanggan yang berhenti dalam satu periode ÷ jumlah pelanggan di awal periode × 100%.

Langkah menghitungnya:

  1. Tentukan periode, misalnya satu bulan.
  2. Hitung jumlah pelanggan aktif di hari pertama periode.
  3. Hitung pelanggan dari kelompok itu yang berhenti selama periode.
  4. Jangan masukkan pelanggan baru yang daftar selama periode itu.
  5. Bagi angka langkah 3 dengan angka langkah 2, lalu kalikan 100%.

Tetapkan juga definisi berhenti. Untuk langganan, berhenti berarti membatalkan atau tidak memperpanjang. Untuk toko online, berhenti bisa berarti tidak membeli lagi selama 90 hari. Google Analytics 4 punya metrik prediktif kemungkinan churn. Metrik itu memperkirakan peluang pengguna yang aktif dalam 7 hari terakhir tidak aktif dalam 7 hari ke depan.

Contoh churn

Angka berikut adalah contoh. Sebuah aplikasi kasir untuk UMKM di Yogyakarta menagih Rp150.000 per bulan per pelanggan.

Jumlah pelanggan naik, jadi bulan itu terlihat bagus. Namun 60% pelanggan baru hanya menutup pelanggan yang hilang. Tim lalu mencari penyebabnya dari survei berhenti langganan. Hasilnya, banyak pelanggan berhenti di bulan pertama karena bingung saat setup.

Penyebab dan cara menurunkan churn

Penyebab churn berbeda di tiap bisnis. Penyebab yang sering muncul:

Cara menurunkan churn dimulai dari penyebabnya:

  1. Kelompokkan pelanggan yang berhenti menurut bulan mulai, paket, dan sumber. Lihat kelompok mana yang paling cepat berhenti.
  2. Tanyakan alasan berhenti lewat survei singkat saat pembatalan.
  3. Perbaiki onboarding jika banyak pelanggan berhenti di bulan pertama.
  4. Hubungi pelanggan yang aktivitasnya turun sebelum mereka membatalkan.
  5. Ukur ulang churn rate setelah perubahan, lalu bandingkan dengan periode sebelumnya.

Kesalahan umum

Churn vs retensi

AspekChurn rateRetensi
Yang diukurPersentase pelanggan yang berhentiPersentase pelanggan yang bertahan
Contoh angka4,5% per bulan95,5% per bulan
Arah yang baikMakin kecil makin baikMakin besar makin baik
Pertanyaan yang dijawabBerapa pelanggan yang hilang?Berapa pelanggan yang tetap ada?

Churn di sanji.space

Di sanji.space, Ayame bisa mengerjakan riset. Misalnya Nadia menghubungkan folder Google Drive berisi hasil survei berhenti langganan dan ulasan pelanggan ke ruang #retensi. Ia menulis: "@ayame cari tiga penyebab churn terbesar bulan ini."

Ayame membaca Docs dan Sheets di folder itu, lalu menulis ringkasan dengan sumbernya. Matcha mengecek angka dan sumber setiap temuan. Hasil rapat pembahasannya bisa dicatat Fathom, lalu Kaki mengubah action item menjadi tugas. Misalnya tugas memperbaiki panduan setup untuk tim produk, dengan PIC dan deadline. Setiap perubahan di folder tercatat, jadi tim bisa melacak siapa yang mengubah dokumen dan kapan.

Tanya jawab

Apa itu churn rate?

Churn rate adalah persentase pelanggan yang berhenti dalam satu periode, misalnya satu bulan. Angka ini menunjukkan seberapa banyak pelanggan yang hilang. Churn rate sering dipakai di bisnis berlangganan, seperti aplikasi, layanan streaming, dan operator seluler. Makin kecil churn rate, makin banyak pelanggan yang bertahan.

Bagaimana cara menghitung churn rate?

Bagi jumlah pelanggan yang berhenti selama periode dengan jumlah pelanggan di awal periode, lalu kalikan 100%. Contohnya, 90 pelanggan berhenti dari 2.000 pelanggan awal bulan, jadi churn rate-nya 4,5%. Jangan masukkan pelanggan baru dari periode yang sama ke dalam hitungan.

Apa arti customer churn?

Customer churn berarti pelanggan yang berhenti memakai produk atau layanan, misalnya membatalkan langganan atau pindah ke pesaing. Istilah ini juga dipakai untuk menyebut kejadian berhentinya pelanggan secara umum. Lawannya adalah retensi, yaitu pelanggan yang tetap bertahan. Bisnis berlangganan biasanya memantau churn setiap bulan.

Berapa churn rate yang wajar?

Tidak ada satu angka yang wajar untuk semua bisnis. Churn rate bergantung pada jenis bisnis, harga, model langganan, dan periode hitungnya. Cara paling berguna adalah membandingkan churn rate bisnismu dengan periode sebelumnya, lalu mencari penyebab jika angkanya naik. Hitung juga pendapatan yang hilang dari pelanggan yang berhenti.

Apa bedanya churn dan retensi?

Churn mengukur pelanggan yang berhenti, sedangkan retensi mengukur pelanggan yang bertahan. Keduanya saling melengkapi. Jika churn rate bulanan 4,5%, retensi bulanannya 95,5%. Churn yang turun berarti retensi naik. Pantau keduanya bersama pendapatan yang hilang. Kelompokkan juga menurut bulan mulai untuk melihat pola berhenti.

Istilah terkait

Sumber rujukan (3)

Diperbarui 25 September 2026

Lihat semua istilah