Glosarium · Bisnis dan pemasaran

ROAS (return on ad spend)

ROAS (return on ad spend) adalah perbandingan antara pendapatan yang dihasilkan iklan dan biaya iklan itu. Rumusnya: pendapatan dari iklan dibagi biaya iklan. ROAS 4× berarti setiap Rp1 biaya iklan menghasilkan Rp4 pendapatan.

Disebut juga: return on ad spend, pengembalian belanja iklan, target ROAS, purchase ROAS, ROAS pembelian

ROAS menjawab satu pertanyaan sederhana: berapa rupiah pendapatan yang kembali dari setiap rupiah yang kamu pakai untuk iklan. Karena itu, ROAS menjadi metrik utama untuk toko online dan brand yang menjual lewat iklan digital. Meta menampilkan ROAS pembelian di laporan iklannya. Google Ads memakai ROAS sebagai dasar strategi bidding Target ROAS.

ROAS berguna untuk membandingkan kampanye, ad set, dan platform dalam satuan yang sama. Kamu bisa melihat kampanye mana yang menghasilkan pendapatan paling besar untuk setiap rupiah iklan. Namun ROAS tidak menghitung biaya lain di luar iklan. Karena itu, baca ROAS bersama margin produkmu.

Cara menghitung ROAS

Rumus dasarnya:

ROAS = pendapatan dari iklan ÷ biaya iklan.

Langkah menghitungnya:

  1. Pilih periode dan kampanye yang sama, misalnya kampanye Meta selama September.
  2. Ambil total biaya iklan periode itu dari platform iklan.
  3. Ambil total pendapatan yang tercatat dari iklan itu. Meta menyebutnya nilai konversi pembelian.
  4. Bagi pendapatan dengan biaya iklan.
  5. Tulis hasilnya sebagai kelipatan (4,2×) atau persentase (420%).

Google Ads menulis target ROAS dalam persentase. Target ROAS 400% sama dengan ROAS 4×.

Contoh ROAS

Angka berikut adalah contoh. Sebuah brand skincare lokal di Bandung menjalankan iklan Meta selama sebulan.

Apakah 3,6× sudah untung? Jawabannya bergantung pada margin kotor. Hitung dulu ROAS impas:

ROAS impas = 1 ÷ margin kotor.

Misalnya margin kotor brand ini 30%. ROAS impasnya 1 ÷ 0,30 = 3,33×. Laba kotor dari penjualan iklan adalah 30% × Rp54.000.000 = Rp16.200.000. Setelah dikurangi biaya iklan Rp15.000.000, sisa Rp1.200.000. Iklan ini masih untung, tetapi tipis. Biaya operasional lain juga harus ditutup dari sisa itu.

Jika margin kotor hanya 25%, ROAS impasnya 4×. Pada kondisi itu, ROAS 3,6× berarti iklan tidak menutup biayanya sendiri.

Cara menaikkan ROAS

ROAS naik jika pendapatan dari iklan naik, atau jika biaya iklan untuk pendapatan yang sama turun. Beberapa langkah yang bisa kamu coba:

  1. Pastikan pelacakan pembelian benar. Nilai konversi yang tidak tercatat membuat ROAS terlihat lebih kecil.
  2. Pindahkan budget ke ad set dengan ROAS di atas angka impas. Kurangi budget ad set yang terus di bawah impas.
  3. Naikkan nilai rata-rata pesanan, misalnya dengan paket bundling atau gratis ongkos kirim di atas nominal tertentu.
  4. Perbaiki landing page. Halaman yang lambat atau membingungkan membuang klik yang sudah kamu bayar.
  5. Pakai retargeting untuk orang yang sudah melihat produk, lalu bandingkan hasilnya dengan iklan ke audiens baru.
  6. Uji materi iklan secara bergantian. Ganti satu hal dalam satu uji, misalnya gambar atau judul.

Jika kamu memakai bidding Target ROAS di Google Ads, sistem mengatur tawaran untuk mengejar nilai konversi pada target yang kamu tetapkan. Target yang terlalu tinggi bisa membuat iklan jarang tampil. Mulai dari angka yang dekat dengan ROAS kampanye selama ini.

Kesalahan umum

ROAS vs ROI

AspekROASROI
Yang dibandingkanPendapatan dengan biaya iklanKeuntungan dengan seluruh biaya investasi
Biaya yang dihitungBiaya iklan sajaBiaya produk, iklan, operasional, dan lainnya
Cara menulisKelipatan (3,6×) atau persentase (360%)Persentase
Dipakai untukMenilai dan mengatur kampanye iklanMenilai keuntungan bisnis atau proyek

Pakai ROAS untuk keputusan harian di platform iklan. Pakai ROI untuk keputusan bisnis yang lebih besar.

ROAS di sanji.space

Di sanji.space, tim dan agen AI bekerja di ruang yang sama. Misalnya Rina, account manager di sebuah agensi, menghubungkan folder Google Drive berisi Sheets laporan iklan ke ruang #kampanye-q4. Ia menulis: "@ayame hitung ROAS per kampanye bulan ini dan bandingkan dengan ROAS impas."

Ayame membaca Sheets di folder itu dan menyimpan laporannya ke folder yang sama. Matcha mengecek angka dengan data sumber. Laporan itu baru dikirim ke klien setelah Rina memberi approval, misalnya dengan membalas "ok" lewat WhatsApp.

Tanya jawab

Apa itu ROAS?

ROAS atau return on ad spend adalah ukuran pendapatan yang dihasilkan dari setiap rupiah biaya iklan. ROAS dihitung dengan membagi pendapatan dari iklan dengan biaya iklan. Makin tinggi ROAS, makin besar pendapatan dibanding biaya iklannya. ROAS tidak menghitung biaya lain, seperti biaya produk dan ongkos kirim.

Bagaimana rumus menghitung ROAS?

Rumusnya: pendapatan dari iklan dibagi biaya iklan. Contohnya, biaya iklan Rp15.000.000 menghasilkan pendapatan Rp54.000.000, jadi ROAS-nya 3,6×, atau 360%. Pakai angka dari periode dan kampanye yang sama. Meta dan Google Ads juga menampilkan ROAS di laporannya. Cocokkan angka platform dengan data penjualan di tokomu.

Berapa ROAS yang bagus?

Tidak ada satu angka yang bagus untuk semua bisnis. Mulai dari ROAS impas, yaitu 1 dibagi margin kotor. Jika margin kotor 25%, ROAS impasnya 4×. ROAS di atas angka impas berarti iklan menutup biayanya sendiri. Target sebenarnya bergantung pada biaya lain dan tujuan bisnismu.

Apa bedanya ROAS dan ROI?

ROAS membandingkan pendapatan dengan biaya iklan saja. ROI membandingkan keuntungan dengan seluruh biaya, termasuk biaya produk, pengiriman, dan operasional. Karena itu, kampanye dengan ROAS tinggi masih bisa rugi jika margin produknya kecil. Pakai ROAS untuk mengatur iklan, dan ROI untuk menilai bisnis.

Apa arti ROAS 3 atau ROAS 400%?

ROAS 3 berarti setiap Rp1 biaya iklan menghasilkan Rp3 pendapatan. ROAS 400% sama dengan ROAS 4×, yaitu setiap Rp1 menghasilkan Rp4. Google Ads menulis target ROAS dalam persentase. Apakah angka itu menguntungkan bergantung pada margin kotor produkmu. Bandingkan dengan ROAS impas, yaitu 1 dibagi margin kotor.

Istilah terkait

Sumber rujukan (3)

Diperbarui 25 September 2026

Lihat semua istilah