ROAS (return on ad spend) adalah perbandingan antara pendapatan yang dihasilkan iklan dan biaya iklan itu. Rumusnya: pendapatan dari iklan dibagi biaya iklan. ROAS 4× berarti setiap Rp1 biaya iklan menghasilkan Rp4 pendapatan.
Disebut juga: return on ad spend, pengembalian belanja iklan, target ROAS, purchase ROAS, ROAS pembelian
ROAS menjawab satu pertanyaan sederhana: berapa rupiah pendapatan yang kembali dari setiap rupiah yang kamu pakai untuk iklan. Karena itu, ROAS menjadi metrik utama untuk toko online dan brand yang menjual lewat iklan digital. Meta menampilkan ROAS pembelian di laporan iklannya. Google Ads memakai ROAS sebagai dasar strategi bidding Target ROAS.
ROAS berguna untuk membandingkan kampanye, ad set, dan platform dalam satuan yang sama. Kamu bisa melihat kampanye mana yang menghasilkan pendapatan paling besar untuk setiap rupiah iklan. Namun ROAS tidak menghitung biaya lain di luar iklan. Karena itu, baca ROAS bersama margin produkmu.
Rumus dasarnya:
ROAS = pendapatan dari iklan ÷ biaya iklan.
Langkah menghitungnya:
Google Ads menulis target ROAS dalam persentase. Target ROAS 400% sama dengan ROAS 4×.
Angka berikut adalah contoh. Sebuah brand skincare lokal di Bandung menjalankan iklan Meta selama sebulan.
Apakah 3,6× sudah untung? Jawabannya bergantung pada margin kotor. Hitung dulu ROAS impas:
ROAS impas = 1 ÷ margin kotor.
Misalnya margin kotor brand ini 30%. ROAS impasnya 1 ÷ 0,30 = 3,33×. Laba kotor dari penjualan iklan adalah 30% × Rp54.000.000 = Rp16.200.000. Setelah dikurangi biaya iklan Rp15.000.000, sisa Rp1.200.000. Iklan ini masih untung, tetapi tipis. Biaya operasional lain juga harus ditutup dari sisa itu.
Jika margin kotor hanya 25%, ROAS impasnya 4×. Pada kondisi itu, ROAS 3,6× berarti iklan tidak menutup biayanya sendiri.
ROAS naik jika pendapatan dari iklan naik, atau jika biaya iklan untuk pendapatan yang sama turun. Beberapa langkah yang bisa kamu coba:
Jika kamu memakai bidding Target ROAS di Google Ads, sistem mengatur tawaran untuk mengejar nilai konversi pada target yang kamu tetapkan. Target yang terlalu tinggi bisa membuat iklan jarang tampil. Mulai dari angka yang dekat dengan ROAS kampanye selama ini.
| Aspek | ROAS | ROI |
|---|---|---|
| Yang dibandingkan | Pendapatan dengan biaya iklan | Keuntungan dengan seluruh biaya investasi |
| Biaya yang dihitung | Biaya iklan saja | Biaya produk, iklan, operasional, dan lainnya |
| Cara menulis | Kelipatan (3,6×) atau persentase (360%) | Persentase |
| Dipakai untuk | Menilai dan mengatur kampanye iklan | Menilai keuntungan bisnis atau proyek |
Pakai ROAS untuk keputusan harian di platform iklan. Pakai ROI untuk keputusan bisnis yang lebih besar.
Di sanji.space, tim dan agen AI bekerja di ruang yang sama. Misalnya Rina, account manager di sebuah agensi, menghubungkan folder Google Drive berisi Sheets laporan iklan ke ruang #kampanye-q4. Ia menulis: "@ayame hitung ROAS per kampanye bulan ini dan bandingkan dengan ROAS impas."
Ayame membaca Sheets di folder itu dan menyimpan laporannya ke folder yang sama. Matcha mengecek angka dengan data sumber. Laporan itu baru dikirim ke klien setelah Rina memberi approval, misalnya dengan membalas "ok" lewat WhatsApp.
ROAS atau return on ad spend adalah ukuran pendapatan yang dihasilkan dari setiap rupiah biaya iklan. ROAS dihitung dengan membagi pendapatan dari iklan dengan biaya iklan. Makin tinggi ROAS, makin besar pendapatan dibanding biaya iklannya. ROAS tidak menghitung biaya lain, seperti biaya produk dan ongkos kirim.
Rumusnya: pendapatan dari iklan dibagi biaya iklan. Contohnya, biaya iklan Rp15.000.000 menghasilkan pendapatan Rp54.000.000, jadi ROAS-nya 3,6×, atau 360%. Pakai angka dari periode dan kampanye yang sama. Meta dan Google Ads juga menampilkan ROAS di laporannya. Cocokkan angka platform dengan data penjualan di tokomu.
Tidak ada satu angka yang bagus untuk semua bisnis. Mulai dari ROAS impas, yaitu 1 dibagi margin kotor. Jika margin kotor 25%, ROAS impasnya 4×. ROAS di atas angka impas berarti iklan menutup biayanya sendiri. Target sebenarnya bergantung pada biaya lain dan tujuan bisnismu.
ROAS membandingkan pendapatan dengan biaya iklan saja. ROI membandingkan keuntungan dengan seluruh biaya, termasuk biaya produk, pengiriman, dan operasional. Karena itu, kampanye dengan ROAS tinggi masih bisa rugi jika margin produknya kecil. Pakai ROAS untuk mengatur iklan, dan ROI untuk menilai bisnis.
ROAS 3 berarti setiap Rp1 biaya iklan menghasilkan Rp3 pendapatan. ROAS 400% sama dengan ROAS 4×, yaitu setiap Rp1 menghasilkan Rp4. Google Ads menulis target ROAS dalam persentase. Apakah angka itu menguntungkan bergantung pada margin kotor produkmu. Bandingkan dengan ROAS impas, yaitu 1 dibagi margin kotor.
Diperbarui 25 September 2026