Otomasi alur kerja adalah pemakaian software untuk menjalankan rangkaian tugas secara otomatis berdasarkan pemicu dan aturan yang sudah ditentukan, sehingga tugas berulang berjalan tanpa dikerjakan manual. Dalam bahasa Inggris, ini disebut workflow automation.
Disebut juga: workflow automation, otomatisasi alur kerja, otomasi workflow, otomasi proses bisnis, business process automation
Banyak pekerjaan kantor berulang dengan pola yang sama: data masuk, dipindah, diberi tahu ke orang tertentu. Otomasi alur kerja menulis pola itu sekali sebagai aturan, lalu software menjalankannya setiap kali pemicunya muncul.
Bedanya dengan workflow agen ada pada siapa yang menentukan langkah. Pada otomasi alur kerja, manusia menulis semua langkah sejak awal. Pada workflow agen, agen AI memilih langkah berikutnya sesuai hasil.
Sebuah toko online menerima pesanan dari situsnya. Aturannya: setiap pesanan lunas, sistem membuat baris baru di spreadsheet gudang, mengirim pesan ke tim packing, dan mengirim email konfirmasi ke pembeli. Kalau stok barang di bawah 10, sistem mengirim pengingat restock ke admin. Semua langkah ini sama untuk setiap pesanan. Tidak ada penilaian, jadi otomasi aturan tetap sudah cukup.
Otomasi ini akan gagal kalau pembeli menulis catatan tidak biasa, misalnya minta ganti alamat. Kasus seperti itu butuh penilaian manusia atau agen AI.
Di sanji.space, sebagian alur berjalan otomatis setelah tim menyambungkannya. Pesan, foto, dan voice note dari WhatsApp yang tersambung ke ruang masuk menjadi tugas atau catatan. Fathom menulis ringkasan dan action item rapat, lalu Kaki mengubahnya menjadi tugas. Untuk langkah yang butuh penilaian, tim memakai agen.
Workflow automation adalah sebutan Inggris untuk otomasi alur kerja, yaitu pemakaian software untuk menjalankan rangkaian tugas berdasarkan pemicu dan aturan tetap. Contohnya setiap pesanan lunas otomatis dicatat di spreadsheet gudang dan diberitahukan ke tim packing, tanpa ada orang yang menyalinnya manual.
Otomasi alur kerja mengikuti langkah yang ditulis manusia sejak awal. Hasilnya bisa ditebak dan cocok untuk proses yang selalu sama. Workflow agen memberi tujuan ke agen AI, lalu agen memilih langkah dan alat sesuai temuan. Workflow agen cocok untuk tugas yang butuh penilaian, tapi hasilnya perlu ditinjau manusia.
Proses yang cocok diotomasi adalah proses yang berulang, sering terjadi, dan langkahnya selalu sama. Contohnya mencatat pesanan, mengirim konfirmasi, memindahkan data formulir ke spreadsheet, dan mengirim pengingat deadline. Proses yang sering punya pengecualian atau butuh penilaian lebih cocok ditangani manusia atau agen AI.
Diperbarui 25 September 2026