Tool use adalah kemampuan model AI untuk meminta aplikasi menjalankan alat di luar model, misalnya pencarian web, kalkulator, atau API, lalu memakai hasil alat itu untuk menjawab atau melanjutkan tugas. Istilah lainnya tool calling atau function calling.
Disebut juga: tool calling, function calling, pemanggilan fungsi, pemakaian tool, pemanggilan alat
Model AI hanya tahu isi data latihnya dan isi prompt. Model tidak bisa membuka spreadsheet kamu atau mengecek stok gudang sendiri. Tool use menutup celah itu. Model memilih alat yang cocok, dan aplikasi yang menjalankan alat itu.
Model tidak menjalankan alat sendiri. Dokumentasi Anthropic dan OpenAI sama-sama menjelaskan bahwa kode aplikasi yang mengeksekusi alat, lalu mengirim hasilnya kembali ke model. Karena itu, aplikasi menentukan alat apa yang tersedia dan batas pemakaiannya. Deskripsi alat juga penting. Model memilih alat dari namanya dan deskripsinya, jadi deskripsi yang kabur membuat model memilih alat yang salah.
Admin toko online bertanya ke asisten: "Pesanan 4821 sudah dikirim?" Model memanggil alat cek pesanan dengan input nomor 4821. Alat mengembalikan status "dikirim, resi JNE sudah ada". Model lalu menulis jawaban dalam kalimat biasa untuk admin. Tanpa tool use, model hanya bisa menebak, dan tebakan itu bisa berujung halusinasi.
Di sanji.space, agen memakai alat dari koneksi MCP dan dari folder Google Drive yang dihubungkan ke ruang. Koneksi MCP punya tiga lingkup: workspace, ruang, dan pribadi. Setiap tool punya kebijakan Izinkan, Approval, atau Blokir. Tool baru dari server diblokir sampai ditinjau. Pada mode kerja Riset dulu, agen hanya memakai tool baca sampai rencananya disetujui.
Tool use adalah kemampuan model AI untuk meminta aplikasi menjalankan alat, misalnya pencarian web, pembaca berkas, atau API, lalu memakai hasilnya. Dengan tool use, model bisa bekerja dengan data terbaru dan melakukan aksi, bukan hanya menjawab dari data latihnya. Tool use adalah dasar kerja agen AI.
Keduanya menunjuk hal yang sama. Anthropic memakai istilah tool use, sedangkan OpenAI memakai istilah function calling. IBM memakai istilah tool calling. Intinya sama: model memilih alat dan inputnya, lalu aplikasi menjalankan alat itu dan mengirim hasilnya kembali ke model untuk dipakai menjawab.
Tidak. Model hanya menulis permintaan untuk memanggil alat beserta inputnya. Kode aplikasi yang menjalankan alat itu, lalu mengirim hasilnya ke model. Karena itu, pemilik aplikasi mengatur alat apa saja yang tersedia, siapa yang boleh memakainya, dan aksi mana yang butuh approval manusia.
Diperbarui 25 September 2026